Dongeng Istana Bunga


Istana Bunga 

Pengarang: Anonim

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya, “Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!”
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.

Tiga Wanita Penenun

Tiga Wanita Penenun 

Pengarang: Grimm Bersaudara

Dahulu kala ada seorang gadis yang sangat malas dan tidak pernah mau menenun kain, dan ibunya tidak pernah bisa membujuk gadis tersebut untuk melakukan apa yang harus dilakukan. Akhirnya ibunya menjadi sangat marah dan kehilangan kesabaran dan mulai memukul anak gadisnya dengan keras. Pada saat itu Ratu yang kebetulan lewat, berhenti di depan rumah gadis tersebut karena mendengar gadis itu menangis. Ratu kemudian masuk ke dalam rumah dan bertanya apa yang terjadi pada gadis itu dan mengapa ibunya memukuli anak gadisnya sampai-sampai semua orang yang berada di jalan dapat mendengarkan gadis tersebut menangis.

Kisah Seekor Nyamuk Dan Seorang Petani


Kisah Seekor Nyamuk dan Seorang Petani 

Pengarang: Anonim
Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani.
Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya. Selain minta dibelikan obat-obatan yang dapat menjaga kecantikanya, istrinya juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus-bagus, yang tentunya

Dongeng anak :)

Dongeng kali ini bercerita tentang seekor laba-laba dan kupu kupu. Suatu hari yang indah kupu kupu terbang kesana kemari di sebuah taman bunga yang indah. Si kupu kupu sangat senang sekali hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Pada suatu ketika si kupu kupu bertemu dengan seekor laba-laba yang sedang membuat jaring.

"Hai laba-laba..selamat pagi, sedang apa kamu" kata si kupu kupu menegur si laba laba yang sedang asik membuat jaring. "Halo juga kupu-kupu, aku sedang membuat jaring nih" kata si laba laba. "Wah besar juga jaring mu, pasti tangkapan kamu banyak malam nanti" si kupu mengejek.

cerita anak indonesia

Humor Again :D



Cerita Lucu

#1. Anak Lugu

Pada suatu hari ada seorang bocah lugu sedang bicara kepeda temannya.. 

Anak lugu : eh orang tua tu aneh ya…

Temannya : aneh knp ?

Anak lugu : gini ceitanya , kan keluarga gwa di undang ke acra pernikahannya
                  temen ibu gua.. banyak banget yang datang…terus salah satu temen ibu gua 
                  bilang gini ke kakak gua "kapan nyusul?" .
                  pertamanya yang bilangkaya gitu cuma satu terus lama tambah banyak
                  yang bilang gitu ke kakak saya..

temannya : lhaa anehnya dari mana ? udah biasa yang kayak gitu itu.. 

Anak lugu : anehnya itu pas gua ganti bilang "kapan nyusul?" eh... 
malah di gampar..

Temenya : lho koq bissa lu di gampar ?????

Anak lugu : gua jg gak tahu kenpa gua di gampar.

Temenya : emangnya lu bilang gitu pas di acra apaan ??

Anak lugu : kemaren pas tetangga sebelah meninggal kan gua bilang gitu ke anaknya.

Temenya : &^%#&^%# ???


#2. Nenek Genit 

 Seorang nenek genit masuk ke BI(Bank Indonesia) dengan sekoper uang.. Ia minta dipertemukan dgn GBI (Gubernur Bank Indonesia)

Nenek : "Saya akan buka rekening, dgn simpanan jumlah yg sangat besar!"

Staff BI ragu, tapi akhirnya membawa si nenek ke ruangan GBI...

GBI: "Brp banyak uang yg akan disimpan?"

Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"

Penasaranlah Pak GBI,
GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?"

Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."

GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"

Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"

GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yg pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dgn tebakan seperti itu!"

Nenek: "Anda Berani bertaruh?"

GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, krn saya tahu telur saya tdk kotak!"

Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi?"

GBI: "Silahkan saja!"

Malamnya GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan telurnya tidak kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak.. Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta..

Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu dtg dgn pengacara ternama dan terkenal.. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..

Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yg kotak?"

Mengangguk setuju,
GBI: "Okay!!"

Nenek itu minta Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya...
GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tdk kotak.."

Pada detik yg sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, pengacaranya terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding.....

GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"

Nenek ini menjawab kalem,
Nenek: "Ndak apa-apa... Saya cuma bertaruh dengannya Rp.250 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!!"

cerita Lucu :D




Dikira Orang Kaya Baru


Parno yang katanya menjadi OKB di Ibukota pulang kampung ketemu dengan Didit sohib lamanya.
Didit: "Wah Par, mentereng abis, ceritanya sukses nich di Jakarta."
Parno: (dengan sedikit sombong) "Iya dong, siapa dulu dong."
Didit: "Ngomong-ngomong di Jakarta rumahnya di mana?"
Parno: "Rumah yang baru atau lama."
Didit: (bener-bener sukses nich orang) "Kalau yang baru?"
Parno: "Belum dibangun."
Didit: "Yang lama?"
Parno: "Sudah digusur."
Didit: "!!??"


Lilin Ditutup Gelas

Pada suatu hari ada anak bertanya kepada omnya,
Anak: "Om saya mau tanya."
Om: "Nanya apa?"
Anak: "Begini Om, misalkan ada lilin nyala trus ditutup gelas,
nah lilin itu mati. Itu tuh menunjukkan apa Om?"
Om: "Ya menunjukkan karena gak ada udara di dalam gelas itu."
Anak: "Salah Om."
Om: "Trus apa?"
Anak: "Itu menunjukkan kalau kita itu kurang kerjaan Om."
Om: "????!!!!"


Jam Buka Perpustakaan

Pada tengah malam, telepon di rumah seorang petugas perpustakaan bernama
Bobi berdering.
"Selamat malam. Maaf, saya mau tanya.
Perpustakaan buka jam berapa ya?" tanya suara seorang lelaki.
"Ya, ampun. Anda menelepon saya tengah malam
begini hanya ingin
tahu kapan perpustakaan buka?" tanya Bobi.
"Tapi ini sangat penting," kata si penelepon.
"Pukul 09.00," kata Bobi.
"Pukul 09.00! Tidak bisa lebih pagi?!" tanya si penelepon.
"Memangnya kenapa Anda ingin datang pagi-pagi?"
"Siapa bilang saya ingin datang? Saya terkunci di dalam
ruangan perpustakaan dan saya ingin keluar dari
perpustakaan ini...."



Sabtu, 01 Maret 2014


Makan di Restoran Padang



Si Badru yang sedang lapar memasuki restoran Padang yang memang terkenal komplit makanannya. Sampai
 di dalam, dia disambut oleh pelayan restoran.

Pelayan: "Selamat siang, Pak. Ada yang bisa dibantu?"
Badru: "Ikan, ada?"
Pelayan: "Ada, Pak!"
Badru: "Ayam, ada?"
Pelayan: "Ada, Pak!"
Badru: "Kambing, ada?"
Pelayan: "Ada, Pak!"
Badru: "Suruh semuanya keluar dulu, saya mau makan!"
Pelayan: "..!!!????"


Melihat Bintang Saat Berkemah

Pardi dan Jono sedang berkemah. Mereka tidur di dalam tenda. Tiba-tiba Jono
 terbangun dan segera membangunkan Pardi.

Jono: "Di, bangun! Apa yang kau lihat?"
Pardi: "Saya melihat ribuan bintang di langit."
Jono: "Apa itu artinya?"
Pardi: "Menurut ilmu astronomi, ada jutaan bintang di galaksi sana.
Secara meteorologi menunjukkan bahwa cuaca sedang cerah,
dan menurut agama itu menunjukkan kebesaran Tuhan."
Jono: "Bukan itu maksudku. Kalau kau bisa melihat langsung bintang,
 itu artinya ada yang mencuri tenda kita!"

THANKS FOR EVERYTHING :)




THANKS FOR EVERYTHING ..
Ya, seperti biasanya aku terduduk di kursiku yang terletak di pojokan paling pinggir di kelas, ditemani buku jurnal dari kulit hadiah dari ayah, sambil menatap semua keributan di dalam kelas. Tak ada seorang pun yang peduli dengan keberadaanku, bahkan mungkin mereka tak tau namaku, rasanya aku benar-benar ingin bergabung di lingkaran itu semuanya tertawa bahagia, seakan dunia ini hanya milik mereka saling bercanda satu sama lain ataupun berbagi pengalaman.. aku hanya menatap lingkaran itu dengan penuh harapan apakah ada seseorang yang mau mengajakku bergabung? rasanya itu mustahil tetapi mungkin tidak untuk hari ini..